Just stay and keep talking

Suatu ketika ada seorang suami yang mengeluh dengan keadaan dirinya yang merasa lelah bekerja setiap hari dari pagi sampai sore bahkan kadang-kadang sampai malam untuk mencari nafkah demi anak dan istrinya. Si Suami semakin jenuh dengan rutinitas yang ada, bahkan dia berpikir ini tidak adil, karena dia melihat istrinya seperti tidak mengalami hal yang sama dengan dirinya. Si Suami merasa istrinya begitu santai menjalani pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga. Karena setiap si Suami pulang dia selalu melihat istrinya sedang bersantai-santai menonton tivi dan bercengkrama dengan anak-anak. Bahkan istrinya sudah terlihat rapi tanpa ada sedikit kelelahan di wajahnya.
Akhirnya dengan segala ketidak adilan yang dia rasakan, si suami pun mengeluh kepada Tuhannya. “Ya, Tuhan…Saya lelah dengan rutinitas saya, dan saya merasa sepertinya ini tidak adil. Karena setiap saya pulang dari kantor, saya selalu melihat istri saya asyik menonton tivi dan tidak merasakan kelelahan yang saya rasakan. Kalu boleh saya memohon dan meminta, tolong tukarkan posisi saya dengan istri saya. Saya ingin menjadi seorang istri saja dan istri saya menjadi seorang suami agar dia bisa merasakan capek yg saya rasakan.”
Keesokan paginya si suami merasa kaget karena dirinya sudah berubah menjadi istrinya sedangkan istrinya sudah berubah menjadi seorang suami. Sang suami merasa gembira karena doanya dikabulkan oleh Tuhan. Kemudian suami yg berubah menjadi istri mulai mengerjakan apa yang biasanya dikerjakan istrinya. Pagi-pagi sekali si suami yg sudah menjadi istri harus menyiapkan sarapan pagi untuk anak dan istrinya, baju untuk dipakai suaminya bekerja dan untuk baju untuk anaknya sekolah. Belum lagi dia harus mencuci pakaian kemudian menjemurnya, ternyata si suami yang sudah menjadi istri lupa kalau dia pun harus mengantar anaknya sekolah seperti yang dilakukan istrinya setiap hari. Kemudian Si suami yang sudah berubah menjadi istri itu pun mengantar anaknya ke sekolah, dan ketika pulang si suami yang sudah berubah menjadi istri lupa kalau cucian yang tadi dicucinya belum dijemur. Setelah menjemur si suami yang sudah berubah menjadi istri belum bisa santai karena masih ada tumpukan baju yang harus disetrika. Dan ketika dia melihat keadaan rumah, rumahnya masih berantakan karena belum sempat dia bereskan.
Sore harinya ketika si istri yang sudah berubah menjadi suami pulang dari tempat kerjanya, si suami yang berubah menjadi istri bingung karena dirinya belum selesai mengerjakan pekerjaan rumah tangganya. Si suami yang berubah menjadi istri pun bertanya pada dirinya, kenapa istrinya mampu mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang begitu banyak bisa selesai sebelum dirinya pulang dari kantor dan bisa duduk santai menanti dirinya pulang. Tapi sekarang si suami yang berubah menjadi istri tidak mampu melakukan itu. Akhirnya si suami menyerah, dia berpikir lebih baik menjadi dirinya sendiri walaupun harus bekerja dari pagi sampai malam.
Maka malam harinya si suami yang berubah menjadi istripun meminta lagi kepada Tuhannya untuk dikembalikan wujudnya seperti semula menjadi seorang suami. Tapi ketika si suami selesai memohon terdengar suara, “Kamu belum bisa berubah menjadi seorang suami karena di perutmu sudah terdapat janin atas perbuatanmu sendiri, dan kamu harus menunggunya sampai sembilan bulan.”
 
cerita ini ternyata penting buat mereka yg sedang menjalani kehidupan rumah tangga
Mudah2an dengan cerita ini mereka jadi  lebih bisa menghargai pasangan mreka masing2.
dan smoga crita diatas bs menjadi renungan buat pasangan suami istri.

Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: