Just stay and keep talking

Sering merasa ‘tongpes’ tiap akhir bulan? Bingung harus menghemat pengeluaran yang mana lagi? Mungkin justru karena Anda tidak sadar bahwa pengeluaran remeh-remeh itulah yang termasuk boros. Pengeluaran untuk belanja makanan atau jajan berkontribusi besar dalam anggaran Anda setiap bulannya.

Dengan membuat rencana belanja yang matang, membuat keputusan cerdas dan mengubah beberapa kebiasaan, Anda bisa menghemat hingga Rp 1 juta setiap bulannya. Berikut ini ada 8 tips berhemat yang mungkin bisa Anda ikuti dengan mudah, seperti dilansir dari DailyFinance (22/6/2012):

1. Jangan jajan kopi tiap hari
Buat kopi sendiri di rumah atau kantor maka Anda hanya perlu mengeluarkan Rp 100.000-350.000 per bulan. Bandingkan jika Anda setiap hari membeli satu atau dua gelas kopi di gerai seperti Starbuck. Jika segelasnya berkisar Rp 30.000-60.000 maka pengeluaran jajan kopi Anda setiap bulan bisa mencapai Rp 1 juta lebih.

2.Bawa botol minum sendiri
Daripada setiap hari beli air mineral atau air oksigen di minimarket seharga Rp 3.000-10.000, bawa botol minum sendiri yang bisa diisi ulang di rumah dan kantor. Atau kalau mau sedikit repot sekaligus ‘investasi’, beli alat filter air yang bisa mengubah air ledeng jadi air minum. Ini juga bisa menghemat pengeluaran membeli galon air mineral. Cara ini bisa menghemat hingga Rp 800.000 per bulan.

3. Beli yang sedang musim
Saat belanja bahan makanan atau buah, perhatikan waktunya. Cari yang sedang musimnya supaya dapat harga lebih murah.

4. Jangan buang-buang makanan
Ingatlah masa kadaluarsa setiap bahan makanan yang Anda beli. Ratusan ribu uang bisa terbuang percuma jika sayur, daging dan bahan makanan lain terlanjur rusak sebelum Anda sempat memasaknya. Menurut Natural Resources Defense Council, rata-rata warga Amerika membuang makanan senilai US$ 40 (Rp 380.000) atau setara 15 kg setiap bulannya.

5. Beli ukuran besar
Hati-hati dengan produk-produk berkemasan praktis. Memang lebih mudah jika beli snack dalam kemasan kecil. Tidak memenuhi ruang di tas. Tapi kepraktisan ini mengenakan biaya lebih mahal, sekitar 40% dari harga bahan baku. Lebih baik beli kemasan reguler atau ukuran jumbo, lalu Anda bagi-bagi sendiri ke porsi lebih kecil menggunakan wadah yang bisa dipakai berulang kali.

6. Jangan lihat merek
Coba beralih ke merek yang lebih murah atau lirik produk keluaran swalayannya. Menurut studi dari Private Label Manufacturers Association, selama enam minggu konsumen bisa menghemat 33% uang belanja reguler jika tidak memilih produk bermerek langganannya. Persentase ini setara dengan penghematan hingga Rp 300,000 per bulannya.

7. Hindari Makanan Beku
Mungkin Anda kira dengan membeli makanan beku yang bisa dimasak berkali-kali dalam waktu lama akan lebih hemat. Tapi tetap saja, ternyata membuat masakan dari bahan baku segar lebih murah. Dan lebih sehat tentunya.

8. Manfaatkan kupon diskon
Tak ada yang salah dengan kupon diskon karena memang Anda bisa menghemat lumayan banyak. Tidak perlu malu menggunakannya karena ternyata yang paling banyak menggunakan kupon diskon adalah golongan menengah atas.

Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: