Just stay and keep talking

Posts tagged ‘anak’

Gallery

Tujuh Trik Jamin Anak Suka Makan Sayur

ORANGTUA perlu memutar otak bila anak-anak tidak menyukai sayuran. Sejumlah trik akan membuatnya mau makan sayuran, yang dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya.

Simak beberapa trik agar si kecil gemar mengonsumsi sayuran, seperti dilansir Babble berikut ini:

Biarkan mereka memilih

Bisa dibilang, ini merupakan konsep baru bagi anak-anak. Biarkan anak-anak memegang kendali, tapi tetap dalam pengawasan Anda. Cara ini akan dapat menarik keinginannya untuk memilih sayuran maupun buah yang disukai sebab dia diajak untuk bertanggung jawab dengan pilihannya.

Ajak memasak

Sama seperti belanja, anak-anak sangat senang bila terlibat dalam aktivitas mengolah bahan makanan. Ajak mereka untuk membuat pasta, salad, atau kentang goreng. Anda yang mengatur berbagai sayuran dalam mangkuk kecil lalu biarkan dia menjadi kreatif.

Makanan yang dihindari

Karena rasa ingin tahu anak-anak masih tinggi, sebaiknya hindari pemberian makanan kaleng untuk mereka. Sayuran maupun bahan makanan segar lainnya jauh lebih enak untuk dikonsumsi.

Tutup semua makanan kecuali sayuran

Saat di rumah, hindari memberi camilan untuk si kecil. Perbanyaklah sayuran, dan jika anak-anak masih lapar, berikan sayuran untuknya. Biarlah mereka yang memilih.

Sajikan panas

Sementara sebagian anak-anak tidak suka mengonsumsi sayuran mentah, Anda bisa mengolahnya dengan cara dikukus atau dipanggang. Sajikan segera agar aroma yang menyeruak dari makanan mampu mengundang selera makannya.

Ajak anak ke kebun sayuran

Anak-anak sangat suka bila mengetahui jenis makanan yang akan dikonsumsinya. Karena itu, ajak mereka untuk memilih dan membiarkannya berinteraksi dengan kacang hijau, kacang polong, tomat, atau jenis buah-buahan dan sayuran lainnya.

Ulangi kembali

Karena selera anak selalu berubah dan berkembang, jangan menyerah untuk mencoba. Kalau hari ini mereka masih belum suka sayuran, Anda harus melakukannya berulang kali.

Sumber

Advertisements
Gallery

Makanan Agar Anak Tidur Lelap

Usia golden years (12 bulan hingga tahun ketiga) sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan otak anak.

Pada masa ini, otak anak tidak pernah berhenti berkembang, bahkan di malam hari ketika mereka beristirahat. Tidur nyenyak tidak hanya membantu fisik anak tumbuh sempurna, tapi juga membuat otak mereka berkembang dengan baik.

Agar tidur anak bisa lelap di malam hari, maka perlu diperhatikan beberapa jenis asupan makanannya

Susu

Minum susu sebelum tidur adalah rutinitas yang baik, karena susu menyempurnakan kebutuhan gizi anak. Kandungan kalsium, magnesium, vitamin D, vitamin B12 dan fosfornya membantu pertumbuhan tulang anak agar tinggi dan kuat. Zat serotonin pada susu juga menenangkan otot-otot di tubuh, sehingga tubuh rileks dan siap untuk tidur.

Susu juga memberikan energi yang baik untuk pertumbuhan tubuh dan otak saat anak tidur.

Nutrisi

Beri anak nutrisi spesifik (specific nutrient) sesuai kondisi dan kebutuhannya. Misalnya, pada anak yang mengalami gangguan pencernaan (susah buang air besar atau sering diare) kemungkinan disebabkan oleh saluran cerna yang kurang sehat. Orangtua bisa memberinya zat prebiotik yang baik untuk kesehatan saluran cerna.

Buah-buahan

Buah-buahan selalu baik untuk kesehatan dan perkembangan anak. Buah biasanya mengandung vitamin dan bisa membantu daya tahan tubuh bayi.

Teh Chamomile

Teh umumnya mengandung kafein seperti kopi, yang tidak baik bagi anak. Tapi teh chamomile yang dikategorikan minuman herbal untuk menenangkan dan mengundang kantuk, diperkenankan untuk dikonsumsi anak.

Sumber

Gallery

Jangan ‘Duakan’ Anak Anda dengan Ponsel Kesayangan

Tidak bisa lepas dengan yang namanya BBM-an, SMS-an atau hal-hal yang berhubungan dengan teknologi seringkali dialami oleh siapa saja, termasuk orang tua. Tidak jarang saat berbicara dengan anak, para orang tua melakukannya sembari tangannya sibuk di atas keypad ponsel. Apalagi dengan kemunculan situs jejaring yang membuat candu yakni Twitter dan Facebook, semua orang seakan-akan tersihir untuk selalu update dengan apa yang terjadi di dunia maya.

Mengecek timeline Twitter saat ngobrol dengan buah hati atau mengomentari postingan teman di Facebook ketika menyiapkan makan malam adalah hal yang tidak bisa dibiarkan berulang-ulang terjadi.

Apalagi dengan penelitian yang dilakukan oleh Stanford University, para orang tua yang memiliki kebiasaan di atas harus mempertimbangkannya lagi. Para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang berkutat dengan berbagai sumber yang disediakan oleh piranti-piranti elektrobik berkecenderungan untuk tidak fokus atau mengingat sesuatu sebaik orang yang melakukan satu pekerjaan dalam satu waktu.

Meletakkan atau mematikan sementara berbagai piranti elektronik saat anak Anda membutuhkan Anda juga penting bagi anak-anak terutama untuk perkembangan emosi dan kemampuan sosialnya. Jika anak sering menyaksikan Anda mengutak atik ponsel saat sedang bersamanya maka bisa jadi ia mengira sebuah ponsel lebih penting dibanding mereka. Bagi para orang tua yang merasa kecanduan dengan pirantinya, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan dan lihat hasilnya nanti.

1. Waktu bertatap muka
Selalu sediakan waktu untuk berbicara secara tatap muka dengan anak-anak. Jangan lakukan hal lain saat Anda berbicara dengan mereka dan paksa mereka untuk menatap Anda ketika kalian berbincang. Jika Anda dan anak-anak mengerti bahwa tatap muka itu hal yang penting, maka mereka akan fokus alih-alih memberikan perhatian ke sekelilingnya.

2. Matikan media elektronik
Matikan televisi, telepon, komputer, game dan piranti elektronik lainnya yang berkemungkinan bisa menggangggu waktu bicara dengan buah hati. Pertimbangkan bahwa piranti-piranti elektronik tersebut bisa berisiko pada kesehatan sosial dan emosional anak.

3. Seimbangkan penggunaan media yang ada
Tidak apa-apa jika anak-anak berinteraksi dengan teman-teman mereka secara online bila mereka memang memiliki waktu untuk memakai teknologi tatap muka seperti video call atau skype.

4. Luangkan waktu untuk makan malam bersama keluarga
Usahakan Anda memiliki waktu untuk dinner bersama keluarga. Nah saat dinner, pastikan semua teknologi tidak ada di atas meja. Akan menjadi hal yang percuma jika Anda makan namun sambil SMS-an. Ajarkan pula hal ini pada anak-anak bahwa untuk ‘terhubung’, mereka harus ‘berhubungan’.

Sumber

Gallery

10 Etika Makan

10 Etika Makan
Jangan sampai terlambat mengenalkan dan mengajarkan etika makan kepada balita. Anda tentu ingin kelak anak tumbuh menjadi pribadi yang santun dan diterima oleh lingkungan sosial. Inilah “Top Ten” etika makan : 

1. Cuci tangan sebelum makan dan sesudah makan. Meskipun menggunakan peralatan makan, tangan harus tetap bersih.
.
2. Makan dalam posisi duduk –tidak sambil jalan-jalan atau berlarian. Hindari pula mebiarkan anak bermain saat makan, bermain dengan makanannya atau menyambi makan dengan aktivitas lain seperti menonton televisi. Anak tidak dapat konsentrasi terhadap makanannya, alhasil ia cenderung tidak menghabiskan makanan.

3. Duduk dengan posisi tegak lurus, bukan membungkuk atau kaki selonjoran.  Saat duduk di kursi makannya, pastikan kursi si kecil tidak terlalu rendah dari meja makan, sehingga tidak mengganggu aktivitas makan. Bila perlu gunakan high chair. Posisi lengan boleh ditumpu di atas meja, namun jangan biarkan siku ikut ‘duduk’ di meja makan.

4. Berdoa sebelum dan sesudah makan. Anak perlu memahami bahwa makanan yang ada di depannya adalah rejeki dari Tuhan. Maka ia sepatutnya menghabiskan makanan yang ia ambil.
Tepat dan benar menggunakan peralatan makan. Sendok dan garpu digunakan sebagaimana fungsinya. Begitu juga bila memakai sumpit dan pisau –sediakan yang khusus untuk anak-anak dan ajarkan penggunaannya dengan benar. Gunakan serbet bila ingin membersihkan mulut. Serbet hanya diperlakukan untuk mengelap mulut, bukan hidung atau tangan. 

5. Mulailah makan bila semua masakan sudah terhidang di meja makan. Kenalkan juga aturan bahwa orang yang lebih tua dipersilahkan terlebih dahulu untuk mengambil makanan.

6. Makan dengan mulut tertutup dan tidak mengisi penuh mulutnya. Ia bisa tersedak atau malah tidak berselera makan. Makan dengan perlahan, tidak perlu terburu-buru.m Makan terburu-buru bisa membuat anak tersedak, selain terlihat tidak sopan karena seperti anak yang sangat kelaparan. Perbolehkan ia menyuap usai makanan yang ada di dalam mulutnya habis.

7. Ucapkan kata “terima kasih” setiap si kecil diberi atau diambilkan makanan oleh orang lain, kata “tolong” saat ia meminta diambilkan sesuatu, kata “maaf” bila ia tidak sengaja menjatuhkan atau menumpahkan makanan. Alangkah lebih baik jika si kecil mengucapkan “terima kasih” kepada orang yang sudah memasak makanan untuknya.

8. Hindari berkomentar negatif tentang makanan yang sudah dihidangkan, seperti, “Makanannya tidak enak. Aku tidak suka!” Lebih baik bila anak diajarkan untuk bilang, “Apakah ada makanan yang lain, bunda? Aku tidak terlalu suka. “

9. Ambil makanan sesuai dengan porsinya. Katakan padanya bahwa ia boleh tambah makanan jika ia merasa kurang. Ajarkan juga bertanggung jawab terhadap makanan yang sudah diambilnya. Jika ingin mengambil makanan, hindari bila tangan harus melewati piring orang lain, apalagi sampai tubuh si kecil ada di atas piring orang tersebut. Ajarkan ia untuk meminta tolong diambilkan oleh orang lain saja.

10. Tutup mulut dan katakan “maaf” bila bersendawa. Hindari melarang si kecil untuk bersendawa karena ia bisa muntah. Makan dengan rapi. Hati-hati dan lakukan secara perlahan ketika mengambil atau mengaduk makanan. Jangan sampai makanan tercecer di atas meja.

Makan dengan tangan. Anggapan bahwa makan dengan tangan adalah kurang sopan tidak sepenuhnya benar. Ada manfaat yang bisa diperoleh anak, yaitu melatih kemampuan motorik halusnya dan belajar mengenal tekstur makanan. Lagipula, tidak semua makanan harus di makan dengan sendok, garpu atau sumpit –misalnya makan roti, hamburger, kentang goreng atau ayam goreng. Dan lagi, dalam budaya Indonesia, makan dengan tangan bukanlah hal tabu –bahkan merupakan hal baik dan kebiasaan yang dipujikan. Dari segi etika makan, selama posisi tubuh saat makan benar, perilaku makan sopan dan makan tidak
berantakan, sah-sah saja.

Sumber

Tag Cloud