Just stay and keep talking

Posts tagged ‘inspiratif’

Gallery

Pesan Bijak untuk Istri dan Suami Sejagad

1. Kakek berkata
” hargai istrimu sebagaimana engkau menghargai ibumu ”
Sebab istrimu, juga seorang ibu dari anak2mu.

2. jika marah boleh tidak berbicara dengan istrimu ,
tapi jgn bertengkar dengannya. (membentaknya , mengatainya , memukulnya).

3. jantung rumah adalah seorang istri . Jika hati istri mu tidak bahagia …
maka seisi rumah akan tampak seperti neraka ( tidak ada canda tawa , manja , perhatian ) .
Maka sayangi istrimu agar dia bahagia & kau akan merasa seperti di surga.

4. besar atau kecil gajimu, seorang istri tetap ingin diperhatikan .
Dengan begitu maka istrimu akan selalu menyambutmu pulang dengan kasih sayang.

5. 2 org yg tinggal 1 atap (menikah) tidak perlu gengsi , bertingkah , siapa menang siapa kalah .
Karena keduanya bukan untuk bertanding, melainkan teman hidup selamanya.

6. diluar banyak wanita idaman melebihi istrimu.
Namun mereka mencintaimu atas dasar apa yg kamu punya sekarang.
Bukan apa adanya dirimu .
Saat kamu menemukan masa sulit ,
maka wanita tersebut akan meninggalkanmu dan punya pria idaman lain dibelakangmu.

7. banyak istri yang baik .
Tapi diluar sana banyak pria yang ingin mempunyai istri yg baik dan mereka tdk mendapatkannya .
Mereka akan menawarkan perlindungan terhadap istrimu.
Maka jangan biarkan istrimu meninggalkan rumah karena kesedihan , Sebab ia akan sulit sekali untuk kembali..

8. Jadilah contoh yang baik untuk anak laki2mu terhadap ibunya.
Sehingga kelak mereka tahu, bagaimana memperlakukan istrinya dengan baik pula ….

Gallery

Pengertian Papa

Suatu malam, Mama yang bangun sejak pagi, bekerja keras sepanjang hari membereskan rumah tanpa pembantu, jam tujuh malam Mama selesai menghidangkan makan malam papa yang sangat sederhana berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi.
Sayangnya karena mengurusi adik yang merengek, tempe dan telor gorengnya sedikit gosong !, saya melihat mama sedikit panik, tapi tidak bisa berbuat banyak, minyak gorengnya sudah habis.
Kami menunggu dengan tegang apa reaksi Papa yang pulang kerja, pasti sudah capek melihat makan malamnya hanya tempe dan telur gosong.
Luar biasa !
Papa dengan tenang menikmati dan memakan semua yang disiapkan mama dengan tersenyum, dan bahkan berkata; ” mama terima kasih !”, dan papa terus menanyakan kegiatan saya dan adik di sekolah.
Selesai makan, masih di meja makan, saya mendengar mama meminta maaf karena telor dan tempe yang gosong itu, dan satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah apa yang papa katakan:
“Sayang, aku suka telor dan tempe yang gosong.”
Sebelum tidur, saya pergi untuk memberikan ciuman selamat tidur kepada Papa, saya bertanya apakah Papa benar-benar menyukai telur dan tempe gosong ?”.
Papa memeluk saya erat dengan kedua lengannya yang kekar dan berkata “Anakku, Mama sudah bekerja keras sepanjang hari dan dia benar-benar sudah capek, Jadi sepotong telor dan tempe yang gosong tidak akan menyakiti siapa pun kok!”
Ini pelajaran yang saya praktekkan di tahun-tSuatu malam, Mama yang bangun sejak pagi, bekerja keras sepanjang hari membereskan rumah tanpa pembantu, jam tujuh malam Mama selesai menghidangkan makan malam papa yang sangat sederhana berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi.
Sayangnya karena mengurusi adik yang merengek, tempe dan telor gorengnya sedikit gosong !, saya melihat mama sedikit panik, tapi tidak bisa berbuat banyak, minyak gorengnya sudah habis.
Kami menunggu dengan tegang apa reaksi Papa yang pulang kerja, pasti sudah capek melihat makan malamnya hanya tempe dan telur gosong.
Luar biasa !
Papa dengan tenang menikmati dan memakan semua yang disiapkan mama dengan tersenyum, dan bahkan berkata; ” mama terima kasih !”, dan papa terus menanyakan kegiatan saya dan adik di sekolah.
Selesai makan, masih di meja makan, saya mendengar mama meminta maaf karena telor dan tempe yang gosong itu, dan satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah apa yang papa katakan:
“Sayang, aku suka telor dan tempe yang gosong.”
Sebelum tidur, saya pergi untuk memberikan ciuman selamat tidur kepada Papa, saya bertanya apakah Papa benar-benar menyukai telur dan tempe gosong ?”.
Papa memeluk saya erat dengan kedua lengannya yang kekar dan berkata “Anakku, Mama sudah bekerja keras sepanjang hari dan dia benar-benar sudah capek, Jadi sepotong telor dan tempe yang gosong tidak akan menyakiti siapa pun kok!”
Ini pelajaran yang saya praktekkan di tahun-tahun berikutnya; ” Belajar menerima kesalahan orang lain, dan memilih untuk tetap menghargai dan merayakannya !”, adalah satu kunci yang sangat penting untuk menciptakan sebuah hubungan yang sehat, bertumbuh dan abadi .
Bahwa kesalahan bukanlah mesti dijadikan sasaran tembak menyakitkan orang yang kita sayangi, tetapi justru menjadi pintu masuk menyatakan sikap sayang dan membukakan pintu maaf tahun berikutnya; ” Belajar menerima kesalahan orang lain, dan memilih untuk tetap menghargai dan merayakannya !”, adalah satu kunci yang sangat penting untuk menciptakan sebuah hubungan yang sehat, bertumbuh dan abadi .
Bahwa kesalahan bukanlah mesti dijadikan sasaran tembak menyakitkan orang yang kita sayangi, tetapi justru menjadi pintu masuk menyatakan sikap sayang dan membukakan pintu maaf.

Gallery

Kehadiran Sang Papa

Tomi, Pimpinan sebuah perusahaan di Jkt, tiba di rumahnya jam 9 malam.

Tak seperti biasanya,anaknya, dinda, umur 9 th membukakan pintu untuknya.
Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.

“Kok, blum tidur?” sapa tomi

“Aku nunggu Papa pulang,
sbab aku mau tanya,
Berapa sih gaji Papa?”

“Kamu hitung ya..
Tiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam & dibayar 400.000,
tiap bulan rata-rata 22 hari kerja,
kadang Sabtu masih lembur.
Berapa gaji Papa hayo?”

“Kalo 1 hari Papa dibayar 400.000 u/ 10 jam,
berarti 1 jam Papa digaji 40.000 dong”

“Wah, pinter kamu.
Sekarang cuci kaki, terus tidur ya..”

“Papa, aku boleh pinjam 5.000 gak?”

“Sudah, gak usah macam-macam..
Buat apa minta uang malam-malam gini? Tidurlah..”

“Tapi Papa‚Ķ”

“Papa bilang tidur!”

Dinda pun lari menuju kamarnya sedih.

Usai mandi,
Tomi menyesali kekesalannya,
menengok dinda di kamar tidurnya sedang terisak sambil memegang 15.000

Sambil mengelus kepala dinda, tomi berkata,
“Maafin Papa ya..
Papa sayang sama dinda..
Tapi buat apa sih minta uang sekarang?

“Papa, aku gak minta uang.
Aku hanya pinjam,
nanti aku kembalikan kalo sudah menabung lagi dari uang jajan seminggu ini.”

“lya, iya, tapi buat apa?”

“Aku nunggu Papa dari jam 8 mau ajak Papa main ular tangga 30 menit aja.

Mama sering bilang waktu Papa itu amat berharga.
Jadi, aku mau ganti waktu Papa.
Aku buka tabunganku hanya ada 15.000…
Karna Papa 1 jam dibayar 40.000,
maka setengah jam aku harus ganti 20.000..
Duit tabunganku kurang 5.000,
makanya aku mau pinjam dari Papa” kata dinda polos

Tomi pun terdiam.
Ia kehilangan kata-kata.
Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dgn haru.

Dia baru menyadari,
ternyata limpahan harta yg dia berikan selama ini,
tak cukup untuk “membeli” kebahagiaan anaknya.
Ternyata kebahagiaan keluarga terletak pada kualitas waktu yang dia berikan,
Kehadiran seorang ayah yang nyata.

Gallery

Benih

Suatu ketika, ada sebuah pohon yang rindang. Dibawahnya, tampak dua orang yang sedang beristirahat. Rupanya, ada seorang pedagang bersama anaknya yang berteduh disana. Tampaknya mereka kelelahan sehabis berdagang di kota. Dengan menggelar sehelai tikar, duduklah mereka dibawah pohon yang besar itu.

Angin semilir membuat sang pedagang mengantuk. Namun, tidak demikian dengan anaknya yang masih belia. “Ayah, aku ingin bertanya…” terdengar suara yang mengusik ambang sadar si pedagang. “Kapan aku besar, Ayah? Kapan aku bisa kuat seperti Ayah, dan bisa membawa dagangan kita ke kota?

“Sepertinya, lanjut sang bocah, “aku tak akan bisa besar. Tubuhku ramping seperti Ibu, berbeda dengan Ayah yang tegap dan berbadan besar. Kupikir, aku tak akan sanggup memikul dagangan kita jika aku tetap seperti ini.” Jari tangannya tampak mengores-gores sesuatu di atas tanah. Lalu, ia kembali melanjutkan, “bilakah aku bisa punya tubuh besar sepertimu, Ayah?

Sang Ayah yang awalnya mengantuk, kini tampak siaga. Diambilnya sebuah benih, di atas tanah yang sebelumnya di kais-kais oleh anaknya. Diangkatnya benih itu dengan ujung jari telunjuk. Benda itu terlihat seperti kacang yang kecil, dengan ukuran yang tak sebanding dengan tangan pedagang yang besar-besar. Kemudian, ia pun mulai berbicara.

“Nak, jangan pernah malu dengan tubuhmu yang kecil. Pandanglah pohon besar tempat kita berteduh ini. Tahukah kamu, batangnya yang kokoh ini, dulu berasal dari benih yang sekecil ini. Dahan, ranting dan daunnya, juga berasal dari benih yang Ayah pegang ini. Akar-akarnya yang tampak menonjol, juga dari benih ini. Dan kalau kamu menggali tanah ini, ketahuilah, sulur-sulur akarnya yang menerobos tanah, juga berasal dari tempat yang sama.

Diperhatikannya wajah sang anak yang tampak tertegun. “Ketahuilah Nak, benih ini menyimpan segalanya. Benih ini menyimpan batang yang kokoh, dahan yang rindang, daun yang lebar, juga akar-akar yang kuat. Dan untuk menjadi sebesar pohon ini, ia hanya membutuhkan angin, air, dan cahaya matahari yang cukup. Namun jangan lupakan waktu yang membuatnya terus bertumbuh. Pada mereka semualah benih ini berterima kasih, karena telah melatihnya menjadi mahluk yang sabar.

“Suatu saat nanti, kamu akan besar Nak. Jangan pernah takut untuk berharap menjadi besar, karena bisa jadi, itu hanya butuh ketekunan dan kesabaran.”

Terlihat senyuman di wajah mereka. Lalu keduanya merebahkan diri, meluruskan pandangan ke langit lepas, membayangkan berjuta harapan dan impian dalam benak. Tak lama berselang, keduanya pun terlelap dalam tidur, melepaskan lelah mereka setelah seharian bekerja.

Tag Cloud