Just stay and keep talking

Posts tagged ‘pria’

Gallery

Ketika Pria & Wanita Bertukar Posisi

Suatu ketika ada seorang suami yang mengeluh dengan keadaan dirinya yang merasa lelah bekerja setiap hari dari pagi sampai sore bahkan kadang-kadang sampai malam untuk mencari nafkah demi anak dan istrinya. Si Suami semakin jenuh dengan rutinitas yang ada, bahkan dia berpikir ini tidak adil, karena dia melihat istrinya seperti tidak mengalami hal yang sama dengan dirinya. Si Suami merasa istrinya begitu santai menjalani pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga. Karena setiap si Suami pulang dia selalu melihat istrinya sedang bersantai-santai menonton tivi dan bercengkrama dengan anak-anak. Bahkan istrinya sudah terlihat rapi tanpa ada sedikit kelelahan di wajahnya.
Akhirnya dengan segala ketidak adilan yang dia rasakan, si suami pun mengeluh kepada Tuhannya. “Ya, Tuhan…Saya lelah dengan rutinitas saya, dan saya merasa sepertinya ini tidak adil. Karena setiap saya pulang dari kantor, saya selalu melihat istri saya asyik menonton tivi dan tidak merasakan kelelahan yang saya rasakan. Kalu boleh saya memohon dan meminta, tolong tukarkan posisi saya dengan istri saya. Saya ingin menjadi seorang istri saja dan istri saya menjadi seorang suami agar dia bisa merasakan capek yg saya rasakan.”
Keesokan paginya si suami merasa kaget karena dirinya sudah berubah menjadi istrinya sedangkan istrinya sudah berubah menjadi seorang suami. Sang suami merasa gembira karena doanya dikabulkan oleh Tuhan. Kemudian suami yg berubah menjadi istri mulai mengerjakan apa yang biasanya dikerjakan istrinya. Pagi-pagi sekali si suami yg sudah menjadi istri harus menyiapkan sarapan pagi untuk anak dan istrinya, baju untuk dipakai suaminya bekerja dan untuk baju untuk anaknya sekolah. Belum lagi dia harus mencuci pakaian kemudian menjemurnya, ternyata si suami yang sudah menjadi istri lupa kalau dia pun harus mengantar anaknya sekolah seperti yang dilakukan istrinya setiap hari. Kemudian Si suami yang sudah berubah menjadi istri itu pun mengantar anaknya ke sekolah, dan ketika pulang si suami yang sudah berubah menjadi istri lupa kalau cucian yang tadi dicucinya belum dijemur. Setelah menjemur si suami yang sudah berubah menjadi istri belum bisa santai karena masih ada tumpukan baju yang harus disetrika. Dan ketika dia melihat keadaan rumah, rumahnya masih berantakan karena belum sempat dia bereskan.
Sore harinya ketika si istri yang sudah berubah menjadi suami pulang dari tempat kerjanya, si suami yang berubah menjadi istri bingung karena dirinya belum selesai mengerjakan pekerjaan rumah tangganya. Si suami yang berubah menjadi istri pun bertanya pada dirinya, kenapa istrinya mampu mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang begitu banyak bisa selesai sebelum dirinya pulang dari kantor dan bisa duduk santai menanti dirinya pulang. Tapi sekarang si suami yang berubah menjadi istri tidak mampu melakukan itu. Akhirnya si suami menyerah, dia berpikir lebih baik menjadi dirinya sendiri walaupun harus bekerja dari pagi sampai malam.
Maka malam harinya si suami yang berubah menjadi istripun meminta lagi kepada Tuhannya untuk dikembalikan wujudnya seperti semula menjadi seorang suami. Tapi ketika si suami selesai memohon terdengar suara, “Kamu belum bisa berubah menjadi seorang suami karena di perutmu sudah terdapat janin atas perbuatanmu sendiri, dan kamu harus menunggunya sampai sembilan bulan.”
 
cerita ini ternyata penting buat mereka yg sedang menjalani kehidupan rumah tangga
Mudah2an dengan cerita ini mereka jadi  lebih bisa menghargai pasangan mreka masing2.
dan smoga crita diatas bs menjadi renungan buat pasangan suami istri.

Sumber

Advertisements
Gallery

8 Hal yang Membuat Wanita Menarik di Mata Pria

“Cewek itu nggak cantik-cantik banget, body-nya juga biasa aja, tapi kok pacarnya ganteng, ya?”

Berapa kali komentar seperti itu terlontar dari mulut Anda dan teman-teman? Ungkapan rasa heran seolah-olah tak percaya pria yang diincar banyak wanita ternyata tertarik pada gadis yang “biasa-biasa” saja. 

Eits, jangan salah. Wajah cantik dan tubuh indah memang bisa memikat pria dalam sekejap, namun saat mencari kekasih, percayalah. Penampilan saja tak cukup. Ada hal-hal lain yang lebih diutamakan pria. Misalnya:

1. Selera humor
Bagi pria, tak ada yang lebih menyenangkan dari mengobrol dengan wanita yang bisa membuatnya tertawa. Apalagi jika pria itu juga humoris. Wanita dengan selera humor yang baik juga biasanya lebih santai dan tidak mudah tersinggung. Pria biasanya senang bercanda dengan sambil meledek, dan wanita yang humoris bisa menanggapinya dengan baik, bukannya malah ngambek dan tersinggung.

2. Pintar, tapi tak terlalu pintar
Semua pria senang wanita yang cerdas, berwawasan luas, dan banyak tahu. Tapi hati-hati, jangan sampai membuatnya merasa bodoh. Ini bukan berarti kita harus pura-pura bodoh di hadapannya. Cukup berikan kesempatan baginya untuk “memamerkan” pengetahuan dan kecerdasannya. Misalnya, biarlah kita jadi jagoan dalam hal wawasan politik luar negeri, tapi saat dia sedang bicara tentang internet dan komputer yang jadi bidang keahliannya, dengarkanlah dengan hormat dan pujilah dia atas kecerdasannya di bidang itu.

3. Menyenangkan diajak ngobrol
Ini adalah faktor penting yang bahkan bisa mengalahkan faktor fisik. Pria mana pun tak akan ada yang mau berpacaran dengan wanita yang tak nyambung saat diajak ngobrol. Bukan berarti wanita itu kurang cerdas, tapi seringkali minat mereka berbeda. Si lelaki tertarik pada topik A, B, C, si wanita tertarik pada topik X, Y, Z. Masalah ini bisa diatasi dengan bersama-sama mencari topik apa yang kalian berdua sukai. Atau dengan saling membuka diri terhadap topik-topik baru. Siapa tahu si lelaki jadi bisa suka pada topik Z, dan si wanita bisa ikut suka topik A.

Tapi masalah ini juga bisa muncul jika si wanita terlalu pemalu. Sebenarnya mereka menyukai hal yang sama, namun si wanita terlalu takut untuk memulai percakapan. Ini sifat yang sebaiknya segera dihilangkan, setidaknya saat berhadapan dengan si dia. Jangan takut bertanya, memberi pendapat, dan memulai percakapan. Apa ruginya mengajak ngobrol, kan? Saat berbincang, jangan biarkan ada jeda kosong terlalu lama. Lontarkan pertanyaan santai tentang dirinya (“Dulu kuliah di mana?”), tentang barang yang dipakainya (“Sepatunya lucu deh. Beli di mana?”), atau tentang hal-hal lain yang memancing opininya (“Semalem nonton audisi Indonesian Idol, nggak? Agnes Monica jadi juri, menurut kamu oke gak?”). 

4. Percaya diri dan bisa memegang kendali
Memang sudah dari sononya lelaki terlahir sebagai pemimpin dan ingin mengontrol segala sesuatu. Namun bukan berarti mereka menginginkan wanita yang hanya bisa nurut saja bagai kerbau dicocok hidung. Pria sangat kagum pada wanita yang tahu apa yang ia mau, dan tak sungkan mengatakannya. Contoh paling sederhana adalah saat ditanya, “Nonton film apa ya kita?” kebanyakan wanita menjawab, “Terserah”. Padahal sebetulnya ia sudah punya pilihan film dalam kepalanya. Mengapa harus takut pilihanmu berbeda dengan pilihan si dia? Setidaknya kita tahu apa yang kita inginkan, dan bukan hanya manut saja mengikuti pilihannya. Sesungguhnya pria juga lelah dengan wanita yang semuanya serba terserah.

Ini tak berlaku hanya saat sedang berduaan. Pria juga suka melihat wanita yang memegang kontrol dan tak hanya nurut saja menerima perlakuan dan perintah orang lain, baik di lingkungan pergaulan maupun di tempat kerja.

5. Keibuan
Tanpa disadari, pria akan mengajukan pertanyaan ini dalam benaknya, “Apakah wanita ini akan jadi ibu yang baik bagi anak-anakku?” Tak perlu “cari muka” pada anak-anak kecil untuk menunjukkan sifat keibuanmu. Cukup tunjukkan perhatian padanya. Ia juga tahu bahwa wanita yang perhatian dan bisa merawat serta menjaga orang-orang terdekatnya dengan baik, nantinya akan jadi istri dan ibu yang baik.

6. Fashionable tapi tak berlebihan
Pria senang terlihat “jalan bareng” dengan wanita yang terlihat keren. Tak perlu wajah dan tubuh bak supermodel, bila wanita merawat diri dengan baik dan punya selera mode yang baik, pria pun senang melihatnya. Tapi, hindari tren mode yang terlalu ekstrem dan terlihat “aneh” di mata kebanyakan orang. Pria senang jalan dengan wanita yang jadi pusat perhatian, tapi bukan diperhatikan orang karena dianggap aneh.

7. Tak suka mengeluh
Di Twitter, mengeluh tentang pekerjaan. Di BlackBerry Messenger, mengeluh tentang teman yang menyebalkan. Di status Facebook, mengeluh tentang gebetan. Saat bertemu, mengeluh tentang perilaku si adik yang bikin kesal. Mengeluh itu manusiawi, tapi jika yang keluar dari mulut kita hanya keluhan dan hal-hal negatif, bukan hanya pria yang akan menjauh, tapi juga teman-teman. Ingat, keluhan itu menular dan bisa merusak mood orang lain yang sedang bahagia.

8. Religius
Tak bisa dipungkiri, agama memiliki peran yang cukup penting bagi pria untuk memilih wanita idamannya. Meskipun pria tersebut tidak religius, ia akan merasa tenang jika mengetahui bahwa wanita idamannya dekat dengan agama. Bentuknya macam-macam, dari mulai yang sangat relijius (berjilbab, rajin solat 5 waktu, atau aktif di kegiatan gereja, dll), atau dekat dengan agama dalam hal keseharian, misalnya tak pernah melakukan hal-hal yang dilarang agama. Pria juga menganggap wanita religius nantinya akan jadi istri yang baik (meskipun pada kenyataannya belum tentu). 

Sumber

Tag Cloud